VJ Weblog

Just another WordPress.com weblog

Broadcastechnology; Quite also : give, offer, put forward, and submit Maret 16, 2008

Diarsipkan di bawah: Jurnalistik, Opini — glencp @ 10:03 pm

Dunia kerdil tanpa informasi. Paling tidak itulah yang dirasakan para pakar dunia information technology. Pentingnya informasi makin terkait dengan perkembangan tehnologi dan semakin menuntut kecepatan waktu penyampaiannya. Buat apa berita akurat tetapi dalam penyampaiannya baru bisa tayang lebih dari 1×24 jam sehingga pemirsa tak sabar lagi menanti dan mengalihkan pencaharian informasi ke media lain?

Orang bilang tahun 2000-an adalah tahun informasi. Jika menilik dari 4 dekade terakhir sebenarnya terminologi informasi ini telah banyak mengalami evolusi. Tahun 60-an timbul istilah Data Processing dimana fokus ada pada DATA. Tahun 70-an muncul Management Information System, dengan fokus pada INFORMASI. Konsep MIS kemudian berkembang lagi menjadi DSS (Decision Support System) yang merupakan sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan dgn pengambilan keputusan oleh manajer. Beberapa saat kemudian DSS berkembang menjadi Office Automation yang membantu aktifitas kantor dgn kehadiran teleconference, e-mail, dsb. Terakhir telah ada gerakan untuk menerapkan Artificial Intelligent (AI) dengan spesialisasi Expert System dimana sistem berfungsi sbg seorang spesialis di bidangnya. Begitulah sekilas perkembangan informasi dan komputer yang banyak mempengaruhi perkembangan peradaban bumi.

Bagi saya broadcasting dlm kemasan entertainment atau apapun bentuknya adalah bagian kecil dari dunia yang beririsan dengan informasi tetapi memiliki cakupan yang sangat luas dan HARUS mudah aksesnya. Sampai-sampai orang tidak terasa bahwa ngerumpi di pantri kantor membahas siapa the next American Idol dan bagaimana sepak terjang Victoria Beckham di Holywood adalah bukti cepat dan pentingnya informasi. Dari istri direktur, coffee girl, office boy, lawyer dan MIS manager semuanya bisa mendapat berita selebritis dunia. Ini tidak terjadi dengan bentukan informasi dalam software Enterprise Resource Planning (ERP) yang membahas Front End Business Process dari mulai sales & marketing sampai ke logistics, production, dan financial. Hanya orang-orang tertentu saja yang mengerti apa itu ERP (saya termasuk yg katagori gaptek soal ini) dan bagaimana alur business process di dalam ERP. Di sanalah saya melihat perbedaan pengaruh dan cakupan antara informasi yang pengejawantahannya dalam software aplikasi dan berita terkini yang disiarkan oleh broadcaster.

Market share dunia broadcast jauh lebih luas! Dgn semakin tingginya kewaspadaan tentang hal ini, banyak orang terjun dan menekuni dunia ini. Namun sayang masih tak jarang juga kita temui diantara mereka kurang bertanggung jawab dalam pemberitaan. Makin banyak masyarakat yang terintimidasi oleh berita. Disisi lain kelemahan hukum untuk melindungi insan pers masih sangat dirasakan. Masih segar di ingatan kita peristiwa simpang siur jatuhnya Adam Air di awal tahun 2007 yang entah masih berlanjut sampai sekarang, terlepas dari mana yg benar/salah, ketegasan hukum perlu dipertanyakan di sini.

Dari ilustrasi di atas, saya punya keyakinan untuk mencoba dunia broadcast dengan perspektif lain, tapi tetap dengan misi untuk mencerdaskan bangsa. Sesuatu yang mungkin nampak klise tapi setidaknya seseorang harus berangkat dari idealisme untuk mencapai suatu tujuan. Saya ingin ikut serta memberikan ilmu pengetahuan dalam apapun itu bentuknya (termasuk entertainment) kepada khalayak luas disertai dengan keyakinan bahwa ini dilakukan sekalian untuk berdakwah. Karena itu saya mencoba mengeksplorasi dunia broadcast dengan perspektif news-online. Melakukan online-live reportase dengan kemasan pemberitaan yang tetap mengedepankan kode etik jurnalistik yaitu informatif, netral, kritis namun tidak mengintimidasi. Dalam pandangan saya, untuk skala proyeksi 5 tahun ke depan, dunia reportase dan memburu berita di lapangan mungkin suatu saat akan ditinggalkan. Saya lebih mengarah pada dunia news-online broadcast berbasis IT. Prinsip kerja VJ masih tetap diusung tetapi tidak lagi menitikberatkan pada presentasi seperti yang sudah-sudah. Secara logis ini juga dipengaruhi tuntutan publik bahwa presenter-presenter sekarang haruslah selalu tampil fresh, cantik dalam artian standar broadcast, 3B, dan dengan batasan usia di bawah 30 tahun (general opinion).

Jika seseorang ditanya apakah ia menjadikan pekerjaan sekarang ini sebagai batu loncatan atau tidak, saya pikir sebagian akan menjawab tidak. Ini tentu saja jika mereka ingin serius di bidang yang digelutinya. Bentuk baru aktualisasi diri dimana tidak lari dari naluri saya yang ingin memberikan lebih banyak kepada khalayak luas baik itu dengan mengajar di kelas, men-training klien, ataupun share pengetahuan dengan rekan sejawat. Popularitas dan kecukupan finansial adalah sesuatu yang mengikuti dan hanyalah sebuah alat untuk pencapaian cita-cita.

GCP 2008

To : IRH, terima kasih untuk memberi inspirasi tulisan ini

 

Leave a Reply