Begitu besarnya pengaruh media dalam suatu peristiwa baik personal, sosial, budaya, bisnis dan intrik, menjadikan media sering dimanfaatkan oleh sebagian kalangan untuk media promosi diri sendiri atau untuk menyampaikan suatu aspirasi yang tak sampai.
Kadang penyalahgunaan media oleh sebagian pihak yang dilakukan untuk kepentingan pribadi atau komunitas menjadi sesuatu yang lucu (masih ingat penemuan stanza baru lagu Indonesia Raya oleh Roy Suryo dan teamnya justru malah menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat), tetapi di lain pihak itu pula yang dicari media untuk bahan berita. Sampai saat ini media masih menjadi sarana untuk menyampaikan hal yang semula tidak terlihat atau terdengar dan sarana terbaik untuk menjadi netral.
Dengan adanya dinamisme dan keanekaragaman ciri serta selera masyarakat yang berbeda-beda dalam mengkonsumsi media, maka media terbagi menjadi beberapa segmen. Bayangkan kalau semua media yang ada hanya menyampaikan tentang politik saja, atau tentang hiburan saja atau tentang gosip saja, maka sulit sekali pemikiran kita untuk berkembang.
Sekarang tinggal kita, sebagai penonton, pembaca atau pendengar yang melakukan pemilihan dan penyaringan untuk ‘membeli’ yang terbaik buat diri kita sendiri, keluarga dan terutama untuk kepentingan bangsa (biasanya istilah klise ini yang selalu dipergunakan untuk menyampaikan suatu aspirasi), dan kita selaku media juga melakukan usaha untuk lebih melakukan pengetatan, penajaman dan pendistribusian yang sesuai dengan target share yang sesuai.
Beberapa rekan media setuju dengan pendapat bahwa media yang menyampaikan hiburan dan gaya hidup sampai saat ini masih menjadi yang terlaris dan merupakan pemasukkan terbesar untuk mereka. Namun terkadang dikarenakan oleh ketidaktahuan dan kurangnya informasi mengenai peraturan (yang sampai saat ini masih belum juga disahkan), maka terjadilah penyitaan dan penahanan (kasus Asian Agri vs jurnalis majalah Tempo).
Memang tidak bisa dipungkiri, kepentingan bisnis (tidak) selalu diatas segala-galanya. Tetapi bukan berarti kepentingan bisnis SELALU BISA mengalahkan kepentingan-kepentingan yang lain. Masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk kembali pada hakekat media yang sebenarnya, yaitu memberikan informasi tanpa memihak, terpercaya dan yang paling penting, menyukseskan program pemerintah untuk memerangi kebodohan bangsa.
Chief Content Editor
Glen Carolus Pattiradjawane
glen.carolus@kantorberita.com