Punya anak buah yang kemudian sukses meretas karier membuat saya sungguh bangga dan bahagia. Jadi teringat masa-masa susah dan meniti karier dari bawah bersama-sama, then sekarang menikmati hasil dari perjuangannya dulu. Orang-orang seperti dia ini saya yakini akan dapat mengatasi semua persoalan, baik itu di lapangan maupun dengan atasannya. Apalagi untuk seorang reporter. Banyak kendala yang bakal dia hadapi, terutama di jaringan TV nasional. Dengan produser lapangan, korlip (koordinator liputan), exprod (executive producer) bahkan dengan kameraman dan editor sekalipun.
Saya jadi teringat dengan almarhum mas Guntur Syaifullah, mentor sekaligus mantan kameraman senior SCTV yang meninggal dalam tugas peliputannya. Beliau selalu mengingatkan kepada rekan-rekan sejawat juga pada saya, bahwa perjuangan untuk menjadi sukses itu tidak pernah mengenal waktu. Menjadi sukses itu tidak pernah diraih dengan mudah. Selalu ada pengorbanan. Makanya saya tidak pernah percaya sukses itu diraih hanya dengan mimpi dan keajaiban. Faktor keberuntungan memang ada, tapi prosentasenya sangat kecil.
Saya sangat menghargai orang yang menjadi sukses karena usahanya yang gigih tanpa kenal kata menyerah. Mereka-mereka ini jatuh bangun dalam usahanya, mau belajar dari pengalaman, dan yang paling penting, tidak pelit dalam membagi pengalaman dan ilmu. Almarhum mas Guntur adalah salah satu contoh. Beliau tidak pernah berhenti memberi nasihat dan ilmu di sela-sela tugasnya. Menyapa mereka yang belum pernah dikenal, dan larut dalam obrolan tentang pengalaman-pengalamannya, disisipin dengan motivasi apabila kita (saya) menemui kendala di lapangan. Tidak ada kesan sombong atau menggurui, jadilah transfer ilmu di lapangan. Yang kadang menjadi pertanyaan saya dalam hati, kenapa orang-orang seperti mas Guntur ini selalu ’mendahului’ kita, kenapa tidak bandar-bandar narkoba itu saja yang mati duluan (maafkan ungkapan kata kasar saya). Tapi itulah yang namanya keseimbangan alam. Ying and Yang.
Kembali pada topik diatas, rekan saya itu sekarang sudah menjadi seorang reporter handal. Yang saya kaget, pagi-pagi dia menelepon saya, menanyakan kabar dan mengucapkan terima kasih karena sempat jatuh bangun bersama saya saat membangun sebuah TV lokal di Surabaya. Saya katakan pada dirinya, tidak usah terima kasih. Apa yang sekarang sudah diraih adalah hasil dari usaha dan perjuanganmu selama ini. Pantang menyerah, tidak mudah putus asa, dan selalu mau belajar dan belajar. Di akhir pembicaraan kita, dia berkata pada saya, suatu saat ingin menjadi tenaga pendidik untuk membagi ilmu yang pernah dia dapat…wew
Tidak ada yang bisa diraih tanpa usaha dan kerja keras. Saya percaya kalau dibarengi dengan doa, apapun itu bentuk usaha dan perjuangan kita, asal kita fokus dan komit (terima kasih SCS), setiap bentuk langkah usaha yang ingin kita raih pasti berhasil. Jangan menyerah dengan keadaan yang sekarang, karena setiap kegagalan yang kita dapat adalah mungkin kesuksesan tertunda yang akan kita raih. Waktunya kapan ? Kita tidak akan pernah tahu.
GCP 2008