VJ Weblog

Just another WordPress.com weblog

Run for 2009 September 22, 2008

Diarsipkan di bawah: Politik — glencp @ 8:35 am
Tags:

Saya pernah menulis tentang profil anggota dewan di http://glencp.blog.friendster.com/2006/12/anggota-dewan-yang-terhormat/ karena saya melihat begitu banyak fenomena yang muncul pada saat itu, hingga sekarang.

Tak terhitung banyaknya berita yang muncul tentang sepak terjang anggota dewan yang terhormat, baik itu yang positif maupun yang negatif. Cuman kalau kita berhitung, lebih banyak yang negatifnya ketimbang positifnya ya.

Sekarang, saya memiliki kesempatan untuk terjun ke dalam dunia politik praktis.

Kesempatan yang sebenarnya tidak saya harapkan karena saya lebih memilih untuk menjadi orang yang kritis terhadap perkembangan dunia politik dengan menjadi jurnalis atau tenaga pendidik. Tentunya harapan idealis saya adalah mengubah cara berpikir generasi mendatang tentang bagaimana membuat perubahan yang tidak ‘kebablasan’, atau berharap apabila generasi penerus ini suatu saat dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan dunia pendidikan dengan duduk di pemerintahan kelak.

Tapi, justru saya yang mendapatkan kesempatan itu sekarang.

Senang?

Tentu belum, karena baru calon.

Pengumuman tanggal 19 September lalu yang menempatkan saya di urutan teratas sebagai DCT membuat saya sekarang berpikir, apa yang harus saya lakukan jika (ingin) terpilih dan membuat perubahan ala saya. Ini bukan slogan atau jargon, tetapi lebih kepada apa yang nanti akan saya lakukan apabila memang diberi kesempatan untuk duduk dalam pemerintahan, seraya berkaca kembali pada tulisan yang sudah sempat saya buat di tahun 2006 yang lalu.

Anggota dewan bukanlah sebuah jabatan, juga bukan sebuah atribut untuk mendapatkan hak eksklusifitas, atau sekedar menempelkan lambang garuda di plat mobil. Menjadi seorang anggota dewan adalah sebuah tanggung jawab.

Saya sering mendengar tukang becak atau segerombolan orang bilang, saat kampanye selalu janji ini itu, sama kayak pas pilkada atau pemilihan presiden. Tapi setelah terpilih, atau duduk di kursi yang nyaman, janji-janjinya dilupakan begitu saja, atau direvisi pada saat mereka sudah mendapatkan apa yang mereka mau.

Mungkinkah saya akan menjadi seperti itu?

Pertanyaan itu sedang saya cari jawabannya saat ini supaya saya tidak terjebak ke dalam situasi politik dan intrik yang marak terjadi. Banyak aktifis yang berubah menjadi birokrat sejati setelah masuk ke dalam pemerintahan, atau yang tadinya seorang pejuang demokrasi, berubah menjadi koruptor karena ‘terjebak’ di dalam birokrasi.

Saya tidak mau menjadi seperti mereka dan berakhir seperti mereka.

Kalau memang saya diberikan kesempatan, 5 tahun ke depan, terhitung dari bulan April 2009, saya harus mempersiapkan diri untuk melakukan perubahan ala saya…

GCP for 2009

 

One Response to “Run for 2009”

  1. Ada satu pertanyaan yang selalu ingin aku tanya ke mereka yang menjadi caleg, yaitu ‘kenapa mau menjadi anggota legislatif’. Setahu aku menjadi caleg itu bukannya tanpa biaya lho. Setelah menghabiskan sekian jumlah rupiah untuk merubah status dari caleg menjadi anggota legislatif, kemudian apa yang akan dibuat dan diberikan kepada rakyat? Pertanyaan itu pernah aku lontarkan ke salah satu temanku dan jawabannya sungguh jujur sekaligus ‘menyakitkan’ bagi aku sebagai rakyat biasa. Dia bilang ‘aku melihat saudaraku jadi anggota legislatif dan dalam waktu tiga bulan, dia sudah bisa beli mobil baru’. Aduh…sedih dengernya. Kejujuran memang kadang menyakitkan. Kamu sendiri Glen, kenapa mau jadi caleg? Anyway, good luck ya…


Leave a Reply